Kronologi Kasus Nikita Mirzani vs Dito Mahendra, dari Penyebab Hingga Penolakan Penahanan

kronologi-kasus-nikita-mirzani-vs-dito-mahendra-dari-penyebab-hingga-penolakan-penahanan kronologi-kasus-nikita-mirzani-vs-dito-mahendra-dari-penyebab-hingga-penolakan-penahanan

Baru-baru ini jagat media sosial ramai menyoroti seleb Nikita Mirzani atas kasus hukum yang menimpanya. Publik penasaran dengan kasus Nikita Mirzani yang cukup heboh sejak sebagian bulan lalu, engat kembali mencuat. Bahkan, nama Nikita Mirzani sempat trending di sebagian media sosial sesudah viral videonya ngamuk di Kejaksaan Negeri Serang atas Selasa (25/10) kemarin.

Dikekenali seleb yang sering disapa Nyai ini menolak untuk ditahan atas kasus dugaan pencemaran nama baik Dito Mahendra mekemudiani sarana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Nikita Mirzani sempat naik pitam atas keputusan penyidik untuk menahannya selama 20 hari ke depan.

Dari video yang beredar, Nikita Mirzani sempat ngamuk dan berteriak atas putusan penahanan itu. Hal tersebut melangsungkan publik makin penasaran dengan kasus Nikita Mirzani yang tak kunjung usai itu sejak pertama mencuat pada Juni 2022. Berikut kronologi kasus Nikita Mirzani dari awal penyebab, pelaporan, batas penahanan.

Kasus bermula dari unggahan Nikita Mirzani yang mengandung unsur pencemaran nama saling menolong Dito Mahendra

Kasus yang menyerat nama Nikita Mirzani dan pengusaha sekaligus kekasih penyanyi Nindy Ayunda ini bermula dari Nikita Mirzani yang mengunggah dua foto orang yang diduga Dito Mahendra di Instragram Story pada Mei 2022. Foto tersebut dikekenali bungkambil dari mesin pencarian Google dan situs berita online.

Dalam unggahan tersebut, Nikita Mirzani melakukan penyuntingan gambar dan menambahkan kata-kata yang mengandung unsur penghinaan atau pencemaran nama suka membantu Dito Mahendra. Melansir dari Detik Hot, Nikita Mirzani menuding Dito Mahendra bagai penipu.

Dito Mahendra melapor ke polisi atas dugaan pencemaran nama Terbuka

Saat Nikita Mirzani melahirkan unggahan soal Dito Mahendra, selurusnya Dito sendiri nggak mengepeduliinya. Namun, unggahan itu dikepedulii oleh Haerul Yusi yang merupakan karyawan Dito Mahendra. Haerul kemudian melapor pada Dito, sebatas Dito merasa keberatan atas unggahan terebut.

Akhirnya Dito Mahendra memutuskan melaporkan Nikita Mirzani ke Polresta Serang Kota pada 16 Mei 2022 atas dugaan pencemaran nama senang membantu. Nikita Mirzani disangkakan dengan pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 Ayat (3) atau Pasal 36 jo Pasal 51 ayat (2) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE, dan atau pensitaan (fitnah) dengan tulisan sebagaimana pasal 311 KUHP.

Nikita Mirzani sempat dijemput paksa oleh penyidik karena mangkir dari pemeriksaan

Sebelum video Nikita Mirzani ngamuk karena menolak ditahan, ia juga tahu menghebohkan publik karena melangsungkan unggahan yang memperlihatkan sejumlah polisi yang mengepung rumahnya pada 15 Juni 2022. Dikemengertii ternyata keberkunjungan polisi dari Satreskrim Polresta Serang Kota itu untuk menjemput paksa Nikita Mirzani yang beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Kejadian tersebut sempat bikin heboh karena Nikita Mirzani berteriak-teriak untuk mengusir polisi yang datang. Polisi sempat menggeledah rumah Nikita Mirzani dan membawa iPadnya bagai barang bukti untuk menyidikan. Setelah melakukan negosiasi, akhirnya Nikita sepakat untuk datang sendiri ke Polresta Serang pada sore harinya.

Nikita Mirzani ditetapkan jadi tersyaki tapi kembali mangkir dari pemeriksaan

Setelah menjalani sistem pemeriksaan, Kejaksaan Negeri Serang menerima penetapan bahwa Nikita Mirzani merupakan terkira atas kasus pencemaran nama tidak sombong Dito Mahendra pada 22 Juni 2022. Selanjutnya tim penyidik melayangkan panggilan pemeriksaan lagi pada Nikita Mirzani setelah ditetapkan demi terkira, tapi dua kali panggilan, Nikita kembali mangkir dari pemeriksaan.

Tim penyidik sempat mengupayakan restorative justice atau upaya damai, tapi gagal karena ketidakhadiran Nikita Mirzani. Akhirnya Nikita ditangkap penyidik pada 27 Juli 2002. Kabar penangkapan ini pun lagi-lagi menghebohkan publik, karena video yang beredar menampilkan Nikita yang menolak lengangankan polisi saat berada di pusat perbelanjaan Senayan City.

Nikita mengajukan penangguhan penahanan dan wajib lapor

Usai ditangkap pihak berwajib, tim kuasa hukum Fahmi Bachmid mengajukan penangguhan penahanan atas Nikita MIrzani, karena kliennya itu pantas meninggalkan tiga orang anak tanpa pendamping. Pihak penyidik pun mengabulkan permohonan itu, dan memperbolehkan Nikita pulang dengan wajib lapor dua kali sepekan.

Nikita Mirzani menolak ditahan dengan berteriak dan menangis

Setelah sistem penyidikan yang cukup panjang, dan beberapa kali diwarnai aksi Nikita yang mangkir dari panggilan, akhirnya Nikita Mirzani menyerahkan awak ke Polresta Serang Kota yang selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Serang. Melansir dari Kompas, Nikita Mirzani menolak dengan berteriak dan menangis sat hendak ditahan dan dibawa ke rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Serang, Banten, pada Selsa (25/10) kemarin.

Alasan penolakan penahanan itu karena Nikita diancam pidana lima pedulin penjara, dan tuntutan untuk tidak mengulangi perbuatan, melarikan pribadi, dan mengilangkan barang bukti. Meski menolak, Nikita Mirzani tetap ditahan sembari jaksa penuntut umum mempersiapkan dakwaan engat 20 hari ke depan.

Sejak kasus Nikita Mirzani yang sebagian kali melontarkan publik heboh itu, nama Dito Mahendra pun semakin menjadi sorotan. Banyak yang penasaran siapa sosok Dito Mahendra. Melansir dari CNN, diketahui Dito Mahendra merupakan kekasih dari penyanyi Nindy Ayunda dan merupakan seorang pengusaha. Namun, sosok Dito Mahendra memang nggak pernah tersorot media sejak kasus yang menyeret nama Nikita Mirzani itu.